Cari artikel yang anda ingin di blog ini.

Memuat...

Minggu, 11 April 2010

Sistem pernapasan pada Vertebrata




Sistem pernapasan pada avetebrata

a. Sistem pernapasan pada Protozoa
Protoza (hewan bersel satu)tidak memiliki alat pernapasan khusus. Pernapasan di lakukan melalui saluruh permukaan selnya. O2 dan CO2 masuk dan keluar secara divusi.

b. Sistem pernapasan pada Porivera,Platyhelminthes,Nrmathelminthes,dan Annelida
Porivera, Platyhelminthes, Nrmathelminthes, dan Annelida tidak memiliki alat pernapasan khusus. Oksigen dapat mencapai setiap sel tubuh dengan dimfusi langsung dari lingkungan atau melalui rongga tubuh.

c. Sistem pernapasan pada Molusca
Hewan aggota filum molusca tardapat 2 kelompok yaitu:
  1. Molusca yang hidup di darat, yaitu bekicot (Achajavascript:void(0)tina Fulica)bernafas dengan paru-paru.
  2. Molusca yang hidup di air yaitu kerang (kelas Bivalvia)barnafas dengan insang.
d. Sistem perapasan pada Echinodermata
Hewan-hewan Echinodermata hidup di air laut, contohnya bintang laut, landak laut, dan mentimun laut. Hewan-hewan ini bernapas dengan insang dermal atau insang kulit.

e. sistem pernapasan pada arthropoda
Filum arthropoda meliputi 4 kelas yaitu:

1. Crustacea (golongan udag dan kepiting) bernapas dengan insang.
2. Myriapoda (golongan lipan dan luwing) bernapas dengan trakea.
3. Arachnida (golongan laba-laba dan kalajengking) bernapas dengan paru-paru buku.
4. Insekta (golongan serangga) bernapas dengan trakea.

Sistem pernapasan pada hewan

Hewan memiliki alat respirasi yang bermacam-macam, di sesuaikan dengan perkembangan stuktur tubuh dan tempat hidupnya. Alat pernapasan hewan pada dasarnya berupa alat pemasukan dan alat pengangkutan udara.

Berikut ini akan saya uraikan sistem dan alat pernapasan pada berbagai kelompok organisme mulai dari protozoa sampai dengan golongan vetebrata.

1. Sistem pernapasan pada avetebrata
2. Sistem pernapasan pada vetebrata

Kamis, 08 April 2010

Sistem pernapasan pada manusia

a. Hidung
Udara masuk melalui hidung menuju rongga hidung. Rongga hidung di lengkapi dengan indra pembau,rambut, dan berlapis lendir. di dalam rongga hidung udara di bersihkan, di hangatkan, dan dilembabkan.

b. Laring
Di atas laring terdapat faring yang merupakan persimpangan jalan antara napas dan jalan makanan. Percabangan pada faring meliputi,nasofaring, urofaring, dan laringeofaring.
Laring merupakan pangkal tenggorokan yang di dalamnya terdapat pita suara untuk menghasilkan tinggi rendahnya nada suara.

c.Trakea
Terletak pada leher di depan kerongkongan, berbentuk pipa yang tersusun atas gelang-gelang tulang rawan. Dinding trakea di lapisi dan berselaput lendir. Udara yang masuk trakea mengalami penyaringan dari debu dan benda-benda asing.

d. Bronkus
Trakea bercabang pada dua bronkus menuju ke paru-paru kiri dan kanan. Bronkus sebelah kanan bercabang menjadi tiga bronkeolus, sedangkan brnkus sebelah jiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Bronkus berbentuk pipa yang tersususn atas tulang rawan seperty pada trakea.

e. Bronkiolus
Berbantuk saluran dengan dinding semakin tipisa dan tidak terdapat tulang rawan. pada ujung akhir saluran membentuk kantung alveolus.

f. Paru-paru (pulmo)
Letak paru-paru di rongga dada di atas sekat diafragma. Paru-paru kanan terdiri atas 3 gelembir. Paru-paru kiri terdiri 2 gelembir. Paru-paru dibungkus dangan dua lapis selaput paru-paru yaitu pleuraparientalis (pleura luar) dan pleura visceralis (pleura dalam). Di bagian dalam paru-paru tersusun atas kurang lebih 300 juta buah alveolus yang berdinding tipis dan mengandung kapiler darah tempat terjadinya difusi gas O2 atau CO2

2.prosses pernapasan
Mekanisme pernapasan meliputi 2 fase,sebagai beriku:
a. Fase inspirasi, yaitu pemasukan udara luar ke dalam paru-paru.
b. fase ekspirasi, yaitu pengeiaran udara dari paru-paru ke lingkungan.
Proses pernapasan tersebut diatur oleh otot diafragma dan otot antar tulang rusuk. Berdsarkan kerja otot tersebut, maka pernapasan di bedakan menjadi dua, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
a. Pernapasan dada
1.) Fase inspirasi:otot antartulang rusuk berkontraksi,tulang rusuk dan tulang dada terangkat ke depan, rongga dada mengembang, paru-paru membesar, tekanan udara dalam paru-paru mengecil akibatnya udara dari luar masuk.
2.) Fase ekspirasi:otot antar tulang rusuk relaksasi, tulang rusuk dan tulang dada relaksasi (kembali seperti semula), rongga dada mengeci, paru-paru membesar, akibatnya udara dalam paru-paru keluar.
b. pernapasan perut
1.) Fase inspirasi:otot diafragma berkontraksi,diafragma mendatar, rongga dada membesar, paru-paru mengecil, akibatnya udara dari luar masuk.
2.) Fase ekspirasi: otot diafragma relaksasi, diafragma nelengkung ke atas, rongga dada mengecil, paru-parumengempis, tekanan dalam paru-paru membesar, akibatnya udara dari dalam paru-paru keluar.
Terswedak atau bersin merupakan ekspirasi yang mendadak oleh pengerutan secara tiba-tiba dari otot-otot perut. Hal ini terjadi karena sistem pernapasan berusaha untuk mengeluarkan benda asing dalam saluran pernapasan.
Tekanan udara dalam paru-paru selalu berubah pada setiap gerakan pernapasan.pada saat inspirasi, tekanan udara turun 1-2 mm Hg Pada saat ekspirasi tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi sampai 3mmHg di banding udara luare, akibatnya udara keluar lingkungan. Volume udara pernapasan meliputi beberapa uudara sebagai berikut:
a. Udara pernapasan biasa adalah udara yang dapat keluar masuk dalam saluran pernapasan sebesar 500 cc
b. Udara komlementer adalah udara yang dapat di hirup leh paru-paru secara maksimum sebesar 1500 cc.
c. Udara cadangan adalah udara yang dapat di hembuskan lagi dari paru-paru secara maksimum sebesar 1500 cc.
D. Udara residu adalah udara yang tersimpan dalam paru-paru dan tidak dapat di keluarkan lagi sebesar 100 cc.
Kaoasitas vital paru-paru adalah udara pernapoasan biasa di tambah udara komplementer di tambah total partu=-paru adalah kapasitas vital paru-paru di tambah udara residu, sebesar kurang lebih 4500 cc.

2. Pengangkutan Gas pernapasan
Darah mengeluarkan CO2 kurang lebih 10% pada saat darah mengalir melalui pari-paru sedangkan 90% CO2 tetap bertahan dalam bentuk ion karbonat (HCO3-) dalam darah yang berperan sebagai buffer (penyangga asam basa darah) sehingga tetap netral (pH netral).
Oksigen dalam sel tubuh di gunakan dalam oksidasi biologi. Oksidasi biologi merupakan proses pemecahan zat gula sehingga di peroleh energi, dengan reaksi nkimia.

Beberapa gangguan pada sistem pernapasan yang di sebabkan pada alat-alat pernapasan. Berikut akan di bahas gangguan-gangguan saluran pernapasan yang umum kita alami.
  1. Asma: penyumbatan saluran pernapasan karena alergi terhadap rambut, bulu, dan debu.
  2. TBC:Peradangan pada dinding alveolus karena terinfeksi oleh bakteri Mycrobacterium Tuberculosis.
  3. Rinitis: Radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus.
  4. Faringitis: Radang pada faring akibat infeksi bakteri Streptococcus.
  5. Bronkitis:radang pada bronkus akibat infeksi.
  6. Laringitis: radang pada laring, dimana penderita serak atau kehilangan suara.
  7. Sinusitis: radang pada sius (di daerah pipi di kiri kanan batang hidung).
  8. Asifikasi: gangguan pengangkutn dan penggunaan oksigen.
  9. Asidosis: kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbobat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
  10. Difteri: penyumbatan oleh lendir pada laring karena infeksi kuman.
  11. Emfisema: robeknya dinding alveolus.
  12. Pneumonia: radang paru-paru.
  13. wajah adenoid: penyempitan saluran pernapasan karena pembengkakan polip dan amandel.
  14. 14. Kangker Paru-paru: penyebabnya karena merokok, menghirup debu asbes, kromium produk petroleum, dan radiasi ionisasi.